Tips Search Engine Optimization (SEO) pada Blogger.com
on
19.11
Agar lebih mudah dalam pendeskripsian, Search Engine Optimization selanjutnya akan kita sebut “SEO”.
Perlu menjadi catatan bahwa saya bukan pakar SEO atau sejenisnya, namun hanya sebagai perpanjangan tangan informasi yang pernah didapat melalui berbagai sumber. Pokok bahasan ini kita batasi tentang pemanfaatan SEO pada Blogger.com & jika terdapat beberapa kejanggalan atau pendapat yang berbeda, dapat kita diskusikan bersama pada kolom komentar.
Kenali Blog Anda, sebelum Anda ‘menyentuh’ SEO
Sebelum melangkah lebih jauh, sebaiknya kita terlebih dulu kenal dengan blog yang kita kelola. Blog tersebut akan banyak bercerita tentang apa? komputer, internet, tutorial, desain web, cerpen, puisi, atau hal-hal yang lain. Artinya disini kita perlu sebuah tema yang akan kita angkat dalam bentuk catatan di web. Apabila sebuah blog memiliki tema tertentu, maka the next step akan lebih mudah untuk melakukan kustomisasi SEO.
Pemilihan tema yang tepat, akan menghasilkan sasaran yang tepat pula. Dengan syarat, kita selalu mempertimbangkan pesaing (kompetitor) yang memiliki tema serupa. Semakin umum sebuah tema, maka semakin banyak terbuka peluang untuk saling berkompetisi.Yah, tentu saja dengan sasaran yang lebih banyak pula. Sebaliknya, tema yang lebih khusus menyebabkan kompetisi akan berkurang & sasaran akan semakin sedikit.
Jika kita membuat blog untuk jangka waktu yang panjang sebaiknya pemilihan tema bisa lebih khusus, bahkan sangat khusus. Tinggal usaha kita untuk mempopulerkan tema tersebut agar dapat diterima oleh orang lain, terutama insan online. Anda tidak memiliki waktu sepanjang itu, maka bersiap-siaplah dengan tantangan para kompetitor yang sudah barang tentu berusaha untuk tampil menjadi nomor 1 (satu) dalam halaman hasil pencarian pada setiap mesin pencari. It's Your Choice.
Optimalisasi Template agar lebih SEO Friendly
Pada tahap ini, pengetahuan & pemahaman tentang koding sangat dibutuhkan. Bagaimana kalau di “copas” saja? Saya tidak menyalahkan langkah tersebut, tetapi ketika suatu pengkodean dari web/blog sumber ada yang keliru—mungkin disebabkan oleh ke-khilaf-an author ketika menulis—tentu kode kita akan menjadi keliru pula.
Adapun secara garis besar langkah-langkah SEO pada tahap ini, antara lain:- Usahakan kata kunci utama berada pada posisi pembuka & penutup blog. Sebagai pembuka berarti berkenaan dengan kepala (header), sedangkan penutup berkenaan dengan kaki (footer) blog.
- Merubah markup title
menjadi<title><data:blog.pageTitle/></title>
Arti dari markup di atas lebih kurang seperti ini,<b:if cond='data:blog.homepageUrl == data:blog.url'> <title><data:blog.title/></title> <b:else/> <title><data:blog.pageName/> | <data:blog.title/></title> </b:if>jika yang ditampilkan adalah halaman posting, maka title blog adalah judul posting diikuti dengan title blog.
.Jika tidak, maka title blog adalah title blog itu sendiri
- Menambah meta tag, letakkan saja di bawah title seperti pada point di atas.
Update (20 September 2014)<meta content='deskripsi tentang blog Anda' name='description'/> <meta content='keyword1,keyword2,keyword3,…' name='keywords'/> <meta content='INDEX, FOLLOW' name='robots'/> - Kustomasi kata kunci pada footer blog, contoh:
Atau Anda dapat berkreasi dengan gaya lain, seperti menambahkan kata kunci pada copyright & sebagainya.<p style="font-weight:bold">kata kunci blog Anda</p> - Kustomisasi (X)HTML ((eXtensible) HyperText Markup Language) pada atribut
main, widget idBlog1. Custom yang dilakukan pada area ini dapat berupa: pengaturan heading (h1sampaih6), paragraf, ordered list & unordered list, dan sebagainya. Dengan harapan posting kita akan tampak lebih semantik—bukan hanya sekedar memberikan tanda—namun lebih jauh akan memberikan suatu makna tersendiri bagi pembaca (mendukung keterbacaan). - Mengatur template agar user friendly. Buang widget-widget yang dirasa tidak perlu untuk ditampilkan. Minimal sebuah blog berisikan elemen-elemen identitas blog, posting, alur waktu yang terurut, arsip, & formulir komentar.
- Mengatur posisi kode elemen
main(bagian posting) di atas kodesidebar. Jika kita pernah melihat posisi sidebar berada di sebelah kiri, bukan berarti kode elemenmain(bagian posting) berada di bawah kode sidebar. Nah, ini yang saya maksud bahwa kita perlu mempelajari & memahami pengkodean, baik CSS (Cascading Style Sheets) maupun HTML (HyperText Markup Language).
Membuat Posting dengan hati SEO
Mungkin kedengaran agak asing. Anda telah memiliki suatu tema & usahakan tema tersebut sebagai acuan untuk membuat posting. Ilustrasi, ketika Anda mengikuti upacara bendera, bertepatan pada saat itu bendera merah putih akan dinaikkan. Lagu apa yang Anda dengar? Betul, “Indonesia Raya” & bukan lagu “Balonku Ada Lima”.
Sampai ke tahap ini, Anda sama sekali belum berhadapan langsung dengan yang namanya SEO. Why? Karena kita akan mencoba untuk menyentuhnya terlebih dulu. Aktivitas yang akan kita lakukan pada tahap ini meliputi:
- Membuat posting buah karya sendiri yang sesuai dengan tema blog. Setidak-tidaknya blog telah dipersiapkan dengan posting sejumlah 7–10 postingan.
- Posting sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia yang baik. Tidak ada salahnya, bukan? Pengunjung bukan hanya berasal dari negara asal penulis, sehingga tindakan ini dapat menjadi antisipasi ke-salahtafsir-an berbagai fitur penterjemah. Terkecuali Anda memiliki target pembaca tertentu.
- Usahakan posting seakan-akan mengajak pembaca untuk berinteraksi di dalamnya. Tidak mencari pembenaran, tetapi mencari kebenaran atas suatu pokok bahasan yang diuraikan. Sulit? Rajin-rajinlah membaca karya orang lain, bukan untuk di “copas” tetapi untuk dipelajari tata bahasa, irama, dan struktur bacaannya.
- Posting bukan hanya dinikmati oleh diri sendiri, namun lebih luas mencakup seluruh aspek, Anda, pembaca, dan mesin. Mesin? Yah, jika mesin tidak dapat membaca, bagaimana halaman blog kita muncul pada hasil pencarian.
- Tambahkan
altpada image (gambar) yang include dalam postingan, karena gambar tidak dapat dibaca. Nah, dengan menambahkanaltdalam markup image, kita memberikan alternatif teks yang dapat memaknai arti gambar tersebut. - Tautkan posting dengan posting lain, jika terdapat keterkaitan & hal tersebut dianggap membantu pengunjung untuk memahami bacaannya. Terkadang kita menemui kata atau frase kata yang memiliki tautan tertentu, tetapi seharusnya hal itu tidak perlu dilakukan (dipaksa untuk bertaut). Jangan lakukan tindakan tersebut!
- Jangan menerbitkan posting 4–5 postingan dalam sehari (apalagi lebih), karena kemungkinan blog Anda akan dianggap sebagai SPAM. Lakukanlah penskedulan posting, walaupun kita dapat menulis 10 posting dalam sehari. Posting terjadwal dapat berarti mengatur tanggal terbit posting. Anda dapat menemukannya pada saat membuat posting & memilih opsi posting (“Post Options”) tepat berada di bawah form editor (penulisan posting).
- Mungkin ada sebagian yang berpendapat, memberikan tanda-tanda tertentu pada teks yang menjadi kata kunci akan meningkatkan SEO, seperti memberi huruf tebal (bold), miring (italic), pewarnaan yang berbeda (color dan/atau background), dan sebagainya.
Mendaftarkan Blog ke beberapa Mesin Pencari
Setelah kita melakukan beberapa tahapan seperti di atas, maka mulailah kita berhadapan dengan SEO. Kita telah memiliki senjata, amunisi yang cukup, dan perangkat pendukung. Bagaimana cara mendaftarkan blog ke beberapa mesin pencari? Anda dapat membaca pada posting sebelumnya, seperti: mendaftar di google, yahoo, dan bing
Untuk cara mendaftarkan situs web atau blog ke beberapa mesin penelusur lihat pada posting Mendaftarkan Situs Web atau Blog ke Google, Yahoo dan Bing.
Generalisasi
Berdasarkan pokok bahasan di atas, mungkin ini hanya merupakan tahap awal untuk mengoptimalkan sebuah blog dalam mesin pencari. Kita pun belum bisa mengetahui secara pasti hasil pencarian setelah melakukan tahapan-tahapan tersebut. Bukan hanya berhubungan dengan kompetitor, tetapi terkait pula pada relevansi sebuah blog yang dikategorikan masuk dalam daftar pencarian serta—mungkin—umur blog. Namun yang pasti, kita telah melakukan usaha SEO pada blog kita. Terlepas dari itu semua, ini merupakan posting permulaan untuk memperkaya pengetahuan kita tentang langkah demi langkah menuju SEO & tidak menutup kemungkinan akan terbit artkel lain yang menjadi kelanjutannya. Keep your eyes on Optimasi Blog.
Ingat! Tema, deskripsi, dan keyword haruslah sesuai dengan apa terkandung dalam blog kita. Jangan menggunakan manipulasi apapun terhadap unsur-unsur yang saya beri huruf tebal. Pembaca akan senang jika ketiga unsur tersebut sesuai dengan apa yang dia pindai di dalam blog kita. Sebaliknya, ketidak-sesuaian akan mengundang pembaca untuk meninggalkan kesan antipati.Sumber : disini
Tips SEO pada Blogger.com Bagian Kedua
on
19.09
Ok! Kita akan lanjut pada ulasan tentang SEO. Perlu menjadi catatan
penting bahwa posting ini merupakan kelanjutan posting sebelumnya. So,
jika Anda terlewat untuk membacanya, saya menyediakan link untuk
meloncat ke posting Tips Search Engine Optimization (SEO) pada Blogger.com sebelumnya.
Men-submit Blog ke Perkakas Webmaster
Tentu kita tidak asing lagi dengan yang namanya perkakas web. Betul, perkakas webmaster
merupakan salah satu layanan google yang memungkinkan kita untuk
mengoptimalkan blog agar terindeks dengan baik. Bagaimana caranya dapat
anda baca pada posting Submit Sitemap Blogger.com di Google Webmaster Tools dan Solusi Submit Sitemap di Webmaster Tools.
Update (27 September 2012): cara men-submit situs web atau blog di tiga mesin pencari dapat dibaca pada posting Mendaftarkan Situs Web atau Blog ke Google, Yahoo dan Bing.
Link Building
Link building merupakan usaha untuk membangun tautan dengan menggunakan kata-kata yang mengandung keyword &
sesuai dengan tema blog. Tautan dengan kata atau frase kata yang
mengandung kata kunci berarti memperjelas target tema yang telah
ditetapkan, sedangkan sesuai dengan tema dapat berati bahwa
tautan-tautan tersebut mempertahankan tradisi kata kunci utama blog
dalam search engine. Terkadang kita keliru mengartikan link building sebagai mengumpulkan tautan sebanyak-banyaknya tanpa mengindahkan kualitas dari kata kunci maupun web/blog yang kita beri tautan (sumber tautan).
Berikut merupakan daftar yang seharusnya kita lakukan dalam membangun tautan yang baik.
- Menautkan kata kunci yang sesuai pada posting satu dengan lainnya dalam blog. Ini sesuai dengan posting tips SEO sebelumnya pada tahapan “Membuat Posting dengan hati SEO”.
- Kata kunci pada tautan seharusnya
menggambarkan dengan jelas tentang apa yang ditautkannya dengan sumber
tautan. Dalam bahasa sederhana mungkin dapat dikatakan bahwa kata-kata
dalam link menggambarkan sumber link tersebut. Contoh:
- Jika Anda ingin membaca tentang SEO, silakan kunjungi posting [link]Tips Blogging SEO dalam posting[/link] dan [link]SEO dalam Tautan[/link].
- Jika Anda ingin membaca tentang SEO, silakan kunjungi posting [link]di sini[/link] dan [link]di sana[/link].
- Sesekali buatlah sedikit ulasan (review) tentang sumber tautan yang berasal dari web/blog lain. Hal tersebut terkadang mendapat respon positif dari sang empu-nya tautan. Coba bayangkan, jika sumber tautan tetrtarik dengan review kita & kemudian membalas dengan tautan yang mengarah ke posting di blog kita. Bukankah hal tersebut lebih positif dibandingkan dengan “meminta” ditautkan?
- Berkenaan dengan poin di atas, bagaimana web/blog lain akan tahu tentang isi posting kita, jika mereka tidak diberitahu. Banyak cara untuk menuju ke sana, salah satu jalan yang cukup ampuh adalah meninggalkan komentar yang relevan serta memiliki bobot dengan posting yang telah dibaca. Memang tidak akan menimbulkan banyak pengaruh di search engine, tetapi jika komentar kita tersebut berguna, maka secara tidak langsung pemilik web/blog & pengguna lain akan tertarik untuk mengunjungi blog kita.
- Sebuah blog akan memiliki nilai tersendiri dalam search engine, jika link yang keluar lebih banyak daripada link yang masuk. Dan akan lebih besar lagi nilainya, jika link
yang keluar ditaut oleh web/blog yang memiliki kesamaan tema. Jangan
pula karena ingin menghindari link yang masuk, maka posting yang
seharusnya bersumber pada posting lain, malah tidak mencantumkan tautan
sumber tersebut. Ingat! kita telah melakukan repost, sehingga
menjadi sebuah keharusan jika kita mencantumkan tautan sumber. Ironisnya
lagi, kita telah mencantumkan tautan sumber, tetapi tautan tersebut
memiliki properti
rel="nofollow". Pernahkan Anda berpikir, seseorang mungkin butuh berhari-hari untuk menyempurnakan postingnya? - Mana yang lebih dominan, sebuah tautan yang me-link ke web/blog kita atau me-link ke posting kita? Mari kita diskusikan ini pada kolom komentar.
- Tautkan blog & posting dengan beberapa blog directory, social network dan social bookmarking. Pembaharuan (04 Desember 2012): Terutama yang memberikan layanan berkualitas dan tidak mengharuskan pranala timbal balik.
- Jangan lupa, tautkan pula blog & posting ke layanan feed. Tidak jarang narablog menemukan posting yang dia cari pada layanan ini. Untuk Blogger.com dapat menggunakan fasilitas feedburner.
Tetaplah memposting dengan hasil karya orisinil Anda
Yah, ini merupakan langkah yang pasti dan akurat. Search engine
akan lebih menghargai sebuah karya yang original. Bukan saja mesin saya
kira, narablog pun pasti menghargainya. Apalagi karya tersebut memiliki
alur yang jelas, mudah untuk dipahami &
nyaman untuk dibaca. Tentu, karya yang dimaksud adalah tentang tulisan
atau catatan kita di blog. Orisinil bukan berarti melakukan modifikasi
kata-kata di sana-sini agar posting yang akan diterbitkan tampak berbeda
dengan posting yang kita ‘contek’. Tetapi lebih kepada asal ide. Anda memiliki sebuah ide yang mungkin berbeda, tuangkanlah ide itu dalam suatu bentuk tulisan (posting/artikel).
Saya mempunyai sebuah ide, tapi ide tersebut melenceng dari tema blog saya. Bagaimana sebaiknya?Wow, sebuah pertanyaan yang sulit. Terus terang saya sendiri mungkin belum/tidak menemukan jawaban yang tepat untuk masalah ini—ada, tetapi hasil meraba-raba. Bagaimana dengan Anda?
Sumber: optimasi SEO
Search engine optimization (SEO)
on
08.17
Search engine optimization (SEO) is the process of affecting the visibility of a website or a web page in a search engine's "natural" or un-paid ("organic") search results. In general, the earlier (or higher ranked on the search results page), and more frequently a site appears in the search results list, the more visitors it will receive from the search engine's users. SEO may target different kinds of search, including image search, local search, video search, academic search,[1] news search and industry-specific vertical search engines.
As an Internet marketing strategy, SEO considers how search engines work, what people search for, the actual search terms or keywords typed into search engines and which search engines are preferred by their targeted audience. Optimizing a website may involve editing its content, HTML and associated coding to both increase its relevance to specific keywords and to remove barriers to the indexing activities of search engines. Promoting a site to increase the number of backlinks, or inbound links, is another SEO tactic.
The plural of the abbreviation SEO can also refer to "search engine optimizers", those who provide SEO services.
History
Webmasters and content providers began optimizing sites for search engines in the mid-1990s, as the first search engines were cataloging the early Web. Initially, all webmasters needed to do was to submit the address of a page, or URL, to the various engines which would send a "spider" to "crawl" that page, extract links to other pages from it, and return information found on the page to be indexed.[2] The process involves a search engine spider downloading a page and storing it on the search engine's own server, where a second program, known as an indexer, extracts various information about the page, such as the words it contains and where these are located, as well as any weight for specific words, and all links the page contains, which are then placed into a scheduler for crawling at a later date.
Site owners started to recognize the value of having their sites highly ranked and visible in search engine results, creating an opportunity for both white hat and black hat SEO practitioners. According to industry analyst Danny Sullivan, the phrase "search engine optimization" probably came into use in 1997.[3] On May 2, 2007,[4] Jason Gambert attempted to trademark the term SEO by convincing the Trademark Office in Arizona[5] that SEO is a "process" involving manipulation of keywords, and not a "marketing service." The reviewing attorney basically bought his incoherent argument that while "SEO" can't be trademarked when it refers to a generic process of manipulated keywords, it can be a service mark for providing "marketing services...in the field of computers."[6]
Early versions of search algorithms relied on webmaster-provided information such as the keyword meta tag, or index files in engines like ALIWEB. Meta tags provide a guide to each page's content. Using meta data to index pages was found to be less than reliable, however, because the webmaster's choice of keywords in the meta tag could potentially be an inaccurate representation of the site's actual content. Inaccurate, incomplete, and inconsistent data in meta tags could and did cause pages to rank for irrelevant searches.[7][dubious – discuss] Web content providers also manipulated a number of attributes within the HTML source of a page in an attempt to rank well in search engines.[8]
By relying so much on factors such as keyword density which were exclusively within a webmaster's control, early search engines suffered from abuse and ranking manipulation. To provide better results to their users, search engines had to adapt to ensure their results pages showed the most relevant search results, rather than unrelated pages stuffed with numerous keywords by unscrupulous webmasters. Since the success and popularity of a search engine is determined by its ability to produce the most relevant results to any given search, poor quality or irrelevant search results could lead users to find other search sources. Search engines responded by developing more complex ranking algorithms, taking into account additional factors that were more difficult for webmasters to manipulate. Graduate students at Stanford University, Larry Page and Sergey Brin, developed "Backrub," a search engine that relied on a mathematical algorithm to rate the prominence of web pages. The number calculated by the algorithm, PageRank, is a function of the quantity and strength of inbound links.[9] PageRank estimates the likelihood that a given page will be reached by a web user who randomly surfs the web, and follows links from one page to another. In effect, this means that some links are stronger than others, as a higher PageRank page is more likely to be reached by the random surfer.
Page and Brin founded Google in 1998.[10] Google attracted a loyal following among the growing number of Internet users, who liked its simple design.[11] Off-page factors (such as PageRank and hyperlink analysis) were considered as well as on-page factors (such as keyword frequency, meta tags, headings, links and site structure) to enable Google to avoid the kind of manipulation seen in search engines that only considered on-page factors for their rankings. Although PageRank was more difficult to game, webmasters had already developed link building tools and schemes to influence the Inktomi search engine, and these methods proved similarly applicable to gaming PageRank. Many sites focused on exchanging, buying, and selling links, often on a massive scale. Some of these schemes, or link farms, involved the creation of thousands of sites for the sole purpose of link spamming.[12]
By 2004, search engines had incorporated a wide range of undisclosed factors in their ranking algorithms to reduce the impact of link manipulation. In June 2007, The New York Times' Saul Hansell stated Google ranks sites using more than 200 different signals.[13] The leading search engines, Google, Bing, and Yahoo, do not disclose the algorithms they use to rank pages. Some SEO practitioners have studied different approaches to search engine optimization, and have shared their personal opinions[14] Patents related to search engines can provide information to better understand search engines.[15]
In 2005, Google began personalizing search results for each user. Depending on their history of previous searches, Google crafted results for logged in users.[16] In 2008, Bruce Clay said that "ranking is dead" because of personalized search. He opined that it would become meaningless to discuss how a website ranked, because its rank would potentially be different for each user and each search.[17]
In 2007, Google announced a campaign against paid links that transfer PageRank.[18] On June 15, 2009, Google disclosed that they had taken measures to mitigate the effects of PageRank sculpting by use of the nofollow attribute on links. Matt Cutts, a well-known software engineer at Google, announced that Google Bot would no longer treat nofollowed links in the same way, in order to prevent SEO service providers from using nofollow for PageRank sculpting.[19] As a result of this change the usage of nofollow leads to evaporation of pagerank. In order to avoid the above, SEO engineers developed alternative techniques that replace nofollowed tags with obfuscated Javascript and thus permit PageRank sculpting. Additionally several solutions have been suggested that include the usage of iframes, Flash and Javascript.[20]
In December 2009, Google announced it would be using the web search history of all its users in order to populate search results.[21]
On June 8, 2010 a new web indexing system called Google Caffeine was announced. Designed to allow users to find news results, forum posts and other content much sooner after publishing than before, Google caffeine was a change to the way Google updated its index in order to make things show up quicker on Google than before. According to Carrie Grimes, the software engineer who announced Caffeine for Google, "Caffeine provides 50 percent fresher results for web searches than our last index..."[22]
Google Instant, real-time-search, was introduced in late 2010 in an attempt to make search results more timely and relevant. Historically site administrators have spent months or even years optimizing a website to increase search rankings. With the growth in popularity of social media sites and blogs the leading engines made changes to their algorithms to allow fresh content to rank quickly within the search results.[23]
In February 2011, Google announced the Panda update, which penalizes websites containing content duplicated from other websites and sources. Historically websites have copied content from one another and benefited in search engine rankings by engaging in this practice, however Google implemented a new system which punishes sites whose content is not unique.[24]
In April 2012, Google launched the Google Penguin update the goal of which was to penalize websites that used manipulative techniques to improve their rankings on the search engine.[25]
In September 2013, Google released the Google Hummingbird update, an algorithm change designed to improve Google's natural language processing and semantic understanding of web pages.
Sumber: Wikipedia
Langganan:
Postingan
(
Atom
)




